LITERATURSULTRA.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara (Butur) mendukung Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Malalanda Kecamatan Kulisusu dan berharaptuntas tepat waktu, 31 Januari 2016.
“Pembangunan kampun nelayan merah putih merupakan program pemerintah pusat. Sebagai Anggota DPRD memberikan dukungan penuh. Ini, merupakan program untuk kesejahteraan masyarakat pesisir atau nelayan yang mengantungkan ekonomi dengan kekayaan bawah laut,” ujar Anggota Komisi II DPRD Buton Utara, Endri, 24 Januari 2026
Menurutnya, Pembangunan kampun nelayan bukan sekadar program infrastruktur membangun kampung pesisir secara terpadu dari infrastruktur fisik, kelembagaan ekonomi, hingga penguatan sosial dan identitas komunitas. Tujuannya bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan nelayan, tetapi menciptakan ruang hidup yang adil, produktif, dan berkelanjutan.
“Pembangunan kampung nelayan di Buton Utara berdasarkan laporan pembangunannya sudah mencapai 85 persen. Secara kelembagaan di DPRD akan melakukan fungsi pengawasan mudah-mudahan bisa rampung di akhir Januari ini dan bisa kita manfaatkan secepatnya,” terangnya.
Endrik menilai hadirnya, kampung nelayan sangat urgen berbagai fasilitasi dibangun seperti dermaga, gudang beku, balai pelatihan, pabrik es, sentra kuliner, menara pandang, docking kapal, tempat pelelangan ikan besarta drainase dan IPAL, hingga gedung perkantoran di kampung nelayan yang baru. “Ini sangat dibutuhkan oleh nelayan,” tambahnya.

Politis Partai Aman Nasional (PAN) itu, menyambut baik niat Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumarungka ingin membangun 1.000 rumah nelayan tak layak.
Program itu, harus disambut dan pemerintah kabupaten Buton Utara harus segera melakukan konsultasi dengan Pemprov Sultra untuk melengkapi segala dokumen agar mendapatkan bantuan Pembangunan rumah bagi nelayan di daerah berjuluk Lipu Tinadeakono Sara itu.
“Pembenahan rumah yang tidak layak huni nelayan akan di bangun di pesisir dan itu salah satu program yang canangkan oleh gubernur Sulawesi tenggara, rumah tidak layak huni untuk perikanan itu bagus sekali untuk daerah,” tandasnya. (Adv)













