Canangkan Program, Dinas Pendidikan  Sebut Tantangan Utama Turunkan  Jumlah Anak Tidak  Sekolah (ATS) di Buton Utara

  • Bagikan

LITERATURSULTRA.COM-Dalam Forum Perangkat Daerah, Dinas Pendidikan Buton Utara secara detail menjabarkan capaian program Tahun 2025. Selain itu, beberapa tantangan utama harus dituntaskan ke depan. Salah satunya, terkait jumlah anak tidak sekolah (ATS) terus bertambah. Upaya pencanganan program efektif untuk menuntaskan problem anak putus sekolah, dengan menghadirkan sekolah terintegrasi di Kabupaten Buton Utara kini masuk tahap pengusulan.

Kepala Dinas Pendidikan Buton Utara, Nurtin mengungkpakan, berdasarkan data pusdatin grafik jumlah anak tak sekolah di Buton Utara bertambah. Tercatat, tahun 2024 sebanyak 823 anak tidak sekolah dan tahun 2025 sebanyak 992 anak. Jika dikalkulasi, terjadi penambahan 169 dalam setahun

“Tantangan utama yang kami hadapi hari ini. Anak tidak sekolah mengalami peningkatan. Dari data pusdatin menunut perhatian serius dan menjadi prioritas utama dalam perencanaan program tahun 2026. Tercatat, tahun 2024 sebanyak  823 anak tidak sekolah dan kemudian tahun 2025 sebanyak 992 anak tidak sekolah. Jika dikalkulasi bertambah 169 dalam satu tahun.Ini menjadi target kami Dinas Pendidikan berkolaborasi salah satu penuntasan anak putus sekolah. Sekolah terintegrasi nanti bisa terlaksana, sebagai solusi teratasi masalah ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Buton Utara, Nurtin saat memaparkan evaluasi capaian program tahun 2025 dan program strategis tahun 2026 dalam Forum Perangkat Daerah, di Aula Bappeda, 4 Maret 2026.

Eks Kepala SMA Negeri 2 Kambowa itu menambahkan, laporan ini menyajikan analisis komprehensif terhadap kinerja Pendidikan Buton Utara sepanjang tahun 2025 menyoroti kemajuan, tantangan, dan peluang. Berdasarkan evaluasi ini, arah strategis untuk tahun 2026 dapat dirumuskan untuk mendorong peningkatan kualitas Pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Ringkasan eksekutif  peningkatan partisipasi siswa 15 persen pada tahun 2025, dan kualitas guru menunjukan tren positif  dengan guru 60 persen bersertifikat.

“Tahun 2026 ini, dalam proses pengusulan kegiatan revitalisasi 30 sekolah dasar, 15 SMP, 18 PAUD, dan 2 PNF . Dinas Pendidikan  juga mengusulkan sekolah terintegreasi 250 miliar mudah-mudahan teraliasi dan bisa menekan angka anak tidak sekolah,” terangnya.

Untuk , Kondisi Fisik dan Digital satuan pendidikan semakin kokoh. Revitalisasi sarana dan prasarana 9 satuan Pendidikan telah direhabilitasi sebanyak 6 sekolah dasar dan 3 sekolah menengah pertama. Kemudian, Akselarasi digitalisasi Pembelajaran 96, 18 persen terealisasi dengan tuntas. Tercatat, dari 127 dari 138 sekolah sasaran telah terpasang instalasi dan  173 guru telah mengikuti bimbingan teknis pemanfaat aklreasi digitilasi pembelajaran,” tandasnya. (Adv)

  • Bagikan