Gubernur  Sultra Andi Sumangerukka Ajak  Siap Terapkan WFH 

  • Bagikan

LITERATURSULTRA.COM-Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyiapkan langkah strategis berbasis gerakan moral bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Salah satu aksi nyata yang digagas adalah ajakan berkantor dengan bersepeda guna menekan aktivitas berlebihan sekaligus meningkatkan efisiensi.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, menegaskan, gerakan tersebut akan dimulai dari dirinya sendiri sebagai bentuk keteladanan bagi seluruh jajaran ASN. Ia berencana menetapkan satu hari khusus untuk tidak menggunakan kendaraan dinas dan beralih menggunakan sepeda saat berangkat ke kantor.

“Saya nanti akan menggunakan satu hari itu tidak menggunakan kendaraan, pakai sepeda. Jadi itu gerakan moral. Kita harapkan setelah itu dilakukan, maka mereka mengurangi aktivitas yang berlebihan. Saya dari rumah ke kantor bersepeda,” ujar Gubernur Sultra Andi Sumangerukka.

Menurut Orang Nomor Satu di Bumi Anoa ini, pendekatan keteladanan jauh lebih efektif dibandingkan penekanan secara lisan. Ia meyakini para pejabat, termasuk eselon II, akan memahami arah kebijakan tersebut tanpa perlu instruksi yang berlebihan.

“Kalau saya bersepeda, kira-kira bagaimana? Saya rasa tidak perlu penekanan. Saya yakin mereka sudah paham karena ini gerakan moral,” tambahnya.

Selain mendorong gerakan bersepeda, Mantan Kabinda Sultra ini juga menyoroti rencana penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi ASN. Saat ini, Pemprov Sultra masih menunggu Surat Edaran (SE) resmi dari pemerintah pusat.

Mantan Pangdam Hasanuddin ini menjelaskan, begitu SE diterbitkan, pemerintah daerah akan langsung menindaklanjuti dengan menerapkan kebijakan tersebut hingga ke seluruh wilayah di Sultra.

“Kalau surat edaran sudah ada, maka akan kami tindak lanjuti langsung ke daerah-daerah. Kita tunggu saja, mungkin satu dua hari ini sudah keluar,” jelasnya.

Terkait pengawasan ASN selama WFH, Andi Sumangerukka menegaskan bahwa sistem kerja dari rumah bukan hal baru. Pengalaman saat pandemi COVID-19 menjadi bukti bahwa ASN tetap dapat bekerja secara efektif dengan dukungan digitalisasi.

“Bekerja di rumah bukan berarti tidak bekerja. Pengalamannya sudah ada saat COVID-19. Semua sudah punya akses digitalisasi, jadi saya rasa tidak menjadi masalah,” tegasnya.

Purnawirawan Jenderal Angkatan Darat ini juga mengimbau seluruh ASN agar tetap menjaga produktivitas dan profesionalisme, meskipun bekerja dari rumah. Menurutnya, kebijakan tersebut justru dapat memberikan dampak positif, termasuk efisiensi anggaran dan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi.

“Kalau nanti kebijakan itu berlaku, bekerjalah dengan baik. Walaupun di rumah, tetap bisa bekerja secara maksimal,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan