Dinkes Baubau Gandeng UMB dan Politeknik Sosialisasi KTR dan HIV/AIDS

  • Bagikan
LITERATURSULTRA.COM-Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggandeng Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) dan Politeknik Baubau untuk menggelar sosialisasi masif mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta pencegahan HIV/AIDS, Sabtu (18/4). Kegiatan yang dipusatkan di dua kampus besar dan dibuka langsung oleh masing-masing rektor tersebut juga dirangkaikan dengan pelaksanaan program Mari Cek Kesehatan (MAKESA) secara gratis bagi seluruh civitas akademika.
Plt Kadis Kesehatan Kota Baubau dr Frederik Tangke Allo, Sp.B berdasarkan regulasi Perda Nomor 4 Tahun 2025 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) terdapat sembilan area yang wajib bebas asap rokok, meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar-mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, aarana olahraga,tempat kerja,tempat umum tempat lain yang ditetapkan.
“Tujuan utamanya adalah melindungi masyarakat dari dampak buruk asap rokok serta menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat di Kota Baubau,” ujar Plt Kadis Kesehatan Kota Baubau yang juga sebagai narasumber di Universitas Muhamadiyah Buton.
Ditempat yang sama, Sadaruddin, SKM memberikan pemahamana kepada mahasiswa bahwa HIV adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh. Sementara AIDS merupakan kumpulan gejala akibat rusaknya sistem pertahanan tersebut. Meski tidak mudah menular, virus ini menetap seumur hidup dan belum ditemukan obat maupun vaksinnya. Oleh karena itu, pengobatan seumur hidup dan perubahan perilaku berisiko menjadi kunci utama pengendaliannya.
Sementara itu, Yuslina, SKM., M.Si (Kepala Bidang P2P Dinkes) untuk menyukseskan program MAKESA, Dinas Kesehatan Kota Baubau menghadirkan empat tim medis dari berbagai Puskesmas guna memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di lokasi UMB dilayani oleh tim dari UPTD Puskesmas Wajo dan UPTD Puskesmas Lakologou. Kemudian, di Politeknik Baubau dilayani oleh tim dari UPTD Puskesmas Bukit Wolio Indah dan UPTD Puskesmas Kadolomoko.
Yuslina berharap melalui program Makesa, budaya cek kesehatan secara rutin dapat tertanam di masyarakat Baubau.”Menjaga kesehatan bukan soal waktu luang, tapi soal kepedulian pada diri sendiri. Stop stigma dan diskriminasi mulai dari pengetahuan. Mari manfaatkan layanan cek kesehatan gratis di Puskesmas, Posyandu, atau fasilitas kesehatan terdekat,”ungkapnya.
Ditambahkan, kolaborasi dengan akademisi akan dapat menimbulkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan tanpa asap rokok dan deteksi dini penyakit dapat meningkat secara signifikan demi mewujudkan masyarakat Baubau yang lebih sehat.
Pada Sosialisasi KTR, Pencegahan HIV/AIDS dan Makesa di UMB dan Politeknik Baubau tim Dinkes Kota Baubau menurunkan 4 pemateri yakni dr. Frederik Tangke Allo, Sp.B (Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau) membawakan materi seputar KTR, Sadaruddin, SKM membawakan materi pencegahan HIV/AIDS., Yuslina, SKM., M.Si (Kepala Bidang P2P Dinkes) membawakan materi KTR dan dr. Wa Ode Sarnings, Sp.PD., MARS membawakan materi hidup sehat cegah HIV/AIDS.(*)
  • Bagikan