LITERATURSULTRA.COM-Perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi informasi dan komunikasi yang bergerak pesat bak pisau bermata dua bagi pola asuh anak. Di satu sisi membuka cakrawala ilmu, namun di sisi lain menyimpan risiko besar jika tidak diantisipasi dengan bijak.
Menyikapi realitas tersebut, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Baubau Hj Sitti Aryati Yusran menghadiri langsung kegiatan Penguatan Kerja Sama Antar Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan Kewenangan yang dipusatkan di Kecamatan Lea-Lea pada Rabu (17/06/2026). Kegiatan strategis ini fokus mengusung tema pola asuh digital atau E-Parenting.
Ketua TP PKK Kota Hj Sitti Aryati Yusran Baubau menegaskan, tantangan orang tua masa kini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Anak-anak zaman sekarang tumbuh berdampingan dengan internet, media sosial, dan berbagai konten digital secara bebas.
”Keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Jika fondasinya kuat, maka bangsa ini akan kokoh berdiri. Oleh karena itu, pembinaan kualitas orang tua sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anak menjadi prioritas yang tidak boleh ditunda,” ujarnya.

Menurutnya, secara sederhana, E-Parenting diartikan sebagai pola asuh anak yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Melalui pendekatan ini, orang tua dituntut untuk mampu mendampingi, mengarahkan, dan mendidik anak di tengah derasnya arus informasi digital.Pihaknya menekankan, E-Parenting bukan berarti melarang anak menggunakan teknologi, melainkan bagaimana orang tua bisa menjadi penuntun yang bijak agar teknologi menjadi sarana yang bermanfaat, bukan sumber kerusakan.
Dijelaskan tersebut, empat poin mendasar yang menjadi tujuan utama dari edukasi E-Parenting yakni Pemahaman Dunia Digital dengan memberikan edukasi kepada orang tua mengenai dampak positif dan negatif dunia digital agar tidak terjadi kesenjangan pemahaman (gap) antara orang tua dan anak.
Kemudian, strategi Komunikasi Efektif: dengan membekali orang tua keterampilan berkomunikasi agar bisa menjadi teman cerita yang nyaman bagi anak, sehingga anak tidak mencari pelarian atau tempat curhat yang salah di dunia maya.
Disamping itu mengajarkan pentingnya pendampingan saat anak menggunakan gawai serta menanamkan nilai moral dan etika siber, bukan sekadar melarang tanpa penjelasan yang logis. Serta mengajak orang tua melakukan refleksi diri. Mengingat anak adalah peniru ulung, orang tua harus terlebih dahulu bijak dan membatasi diri dalam menggunakan gawai di lingkungan keluarga.
Diungkapkan, Kegiatan E-Parenting ini merupakan bentuk inovasi dan revitalisasi dari penyuluhan pola asuh tradisional yang selama ini dijalankan PKK agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.Karena itu, diharapkan program ini tidak mandek sebagai seremonial belaka, melainkan berlanjut menjadi gerakan nyata.
”Saya berharap pengurus PKK di tingkat Kota, Kecamatan, Kelurahan, hingga lingkungan RW dapat menjadi garda terdepan untuk menyebarluaskan ilmu ini melalui diskusi rutin dan ruang berbagi pengalaman antar orang tua,” imbuhnya.
Hj Sitti Aryati Yusran menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada para narasumber yang telah berbagi ilmu, serta seluruh pihak yang menyukseskan acara. Kepada para peserta, ia berpesan agar mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat di dalam rumah tangga masing-masing.
”Mendidik anak adalah tugas mulia yang membutuhkan kesabaran, keteladanan, dan doa yang terus-menerus. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi emas yang cerdas secara intelektual, kuat secara iman, dan bijak dalam menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya. (*)



