LITERATURSULTRA.COM-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., M.A., memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wakatobi, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wakatobi, para pejabat pengawas, JFT, pengawas madrasah, guru madrasah, guru PAI, serta seluruh ASN lingkup Kemenag Wakatobi.
Dalam arahannya, Kakanwil menekankan bahwa kepercayaan merupakan nilai utama yang harus dimiliki setiap ASN. Menurutnya, kepercayaan memiliki nilai yang sangat mahal dan tidak dapat diukur maupun dibeli dengan materi apa pun.
“Kepercayaan itu tidak bisa dibeli dengan uang, tidak bisa dibayar dengan apa pun. Namun dari kepercayaan itulah lahir pengaruh dan simpati masyarakat kepada kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam konteks ASN, kepercayaan dibangun melalui tiga aspek utama. Pertama, memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui peningkatan keimanan dan ketakwaan. Hal ini menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
“ASN harus memiliki kedisiplinan dalam menjalankan ajaran agama, termasuk menjaga kewajiban ibadah. Ketika hubungan dengan Allah kuat, maka kita akan bekerja dengan penuh tanggung jawab karena merasa selalu diawasi,” jelasnya.
Kedua, membangun hubungan yang baik dengan sesama. Mansur menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam lingkungan kerja agar kinerja organisasi dapat berjalan optimal.
“Jangan sampai di kantor tidak saling menyapa atau tidak ada kerja sama. Kekuatan kolaborasi akan menghasilkan energi yang besar dalam menyelesaikan pekerjaan,” tegasnya.
Ketiga, memiliki semangat dalam berbuat kebaikan dengan penuh keikhlasan. Ia mengingatkan agar ASN tidak bekerja secara transaksional, melainkan menjadikan pekerjaan sebagai bentuk pengabdian.
“Bekerja jangan menunggu imbalan. Dimanapun kita berada, kita harus tetap siap melayani dengan optimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kakanwil juga menyoroti pentingnya lima nilai dasar ASN Kemenag dalam bekerja. Pertama Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebab, nilai keimanan dan ketakwaan itu akan menjadi fondasi dalam mewujudkan lima pilar Nilai Dasar ASN Kementerian Agama.
Berikutnya, integritas sebagai nilai dasar ASN. Integritas, menurutnya, adalah kesesuaian antara perkataan dan perbuatan yang mencerminkan kejujuran.
“Integritas adalah harga diri ASN. Jika kita mampu menjaganya, maka kita akan dihargai oleh pimpinan, masyarakat, dan rekan kerja,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung profesionalitas ASN yang harus didukung dengan kemampuan dan kompetensi dalam menjalankan tugas, serta pentingnya adaptasi terhadap perkembangan digital di era saat ini.
Ia juga menekankan pentingnya melahirkan inovasi, bersikap adaptif dan visioner karena dunia sudah berubah, dan ekspektasi masyarakat terhadap Kementerian Agama juga semakin tinggi.
“Inovasi dalam artian berani mencari cara baru yang lebih efektif, mengoptimalkan teknologi digital dalam pelayanan. Namun, inovasi tidak akan terwujud tanpa kolaborasi dan jika masih ada ego sektoral,” terangnya.
Mansur juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab dalam mengemban amanah. Setiap ASN, ungkapnya, harus memiliki kesadaran penuh bahwa pekerjaan yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
Pada kesempatan itu, ia juga menggarisbawahi nilai keteladanan sebagai cerminan dari empat nilai sebelumnya. ASN Kemenag, menurutnya, harus menjadi teladan baik di kantor maupun di tengah masyarakat.
Mengakhiri pembinaannya, Mansur mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga nilai-nilai dasar ASN, termasuk keimanan, integritas, profesionalitas, tanggungjawab, keteladanan serta semangat kebangsaan yang berlandaskan Pancasila.
“Dengan menjaga nilai-nilai tersebut, kita akan mampu menjadi ASN yang berdaya saing, dipercaya, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Kab. Wakatobi, H. La Rija, Pejabat Pengawas, JFT, Pengawas Madrasah, Guru Madrasah, Guru PAI dan ASN Kantor Kemenag Kab. Wakatobi. (*)













