Chef Juna Jadi Juri Lomba Masak PKK di Pulau Bokori 

  • Bagikan
LITERATURSULTRA.COM-Seluruh Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara turut ambil bagian dalam kemeriahan di MAIMO Sharia Fest 2026 kawasan wisata Pantai Pulau Bokori, Sabtu (25/4/2026).
Salah satu agenda yang mencuri perhatian adalah Kompetisi Halal Chef yang menghadirkan Chef ternama, Juna Rorimpandey, sebagai juri utama.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Bupati Koltim H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., Plt. Ketua TP-PKK Koltim Hj. Hijrahwati Yosep Sahaka, Sekretaris Daerah Koltim Rismanto Runda, S.Sos., M.M., Ketua Dharma Wanita Persatuan Koltim Rina Permatasari Rismanto, AMF., S.K.M., serta Ketua DPRD Koltim Hj. Jumhani, S.Pd., M.Si. Turut hadir pula jajaran TP-PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Koltim yang memberikan dukungan langsung kepada para peserta.
Kompetisi yang berlangsung di tepi pantai ini diikuti puluhan tim ibu-ibu PKK dari berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara, yang berlomba menampilkan kreasi masakan berbahan pangan lokal halal khas pesisir.
Kehadiran Chef Juna Rorimpandey menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat dan peserta. Ia terlihat turun langsung mencicipi dan menilai setiap hidangan dengan penuh ketelitian. Momen tersebut pun menjadi perhatian dan antusiasme warga yang mengabadikan kegiatan melalui gawai mereka.
Dalam keterangannya, Chef Juna menegaskan bahwa standar penilaian tetap profesional tanpa membedakan latar belakang peserta. “Standar saya tetap sama. Mau chef profesional atau ibu-ibu PKK, yang saya nilai itu rasa, teknik, kebersihan, dan cerita di balik masakannya,” ujarnya.
Mengusung tema “Kreasi Pangan Lokal Halal untuk Keluarga Sehat” , para peserta diwajibkan mengolah bahan baku lokal seperti ikan segar, labu kuning, okra, ubi ungu, serta rempah khas daerah menjadi sajian menu lengkap dalam waktu 90 menit.
Penilaian dilakukan secara ketat oleh dewan juri yang terdiri dari Chef Juna, ahli gizi dari Dinas Kesehatan Konawe, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan indikator meliputi rasa dan keseimbangan bumbu (40%), kreativitas olahan halal (25%), teknik dan plating (20%), serta higienitas dan penyajian (15%).
Plt. Bupati Koltim melalui kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum ibu, sekaligus mempromosikan potensi pangan lokal daerah.
“Ajang seperti ini sangat positif, tidak hanya meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK, tetapi juga memperkuat promosi kuliner halal berbasis potensi lokal yang dapat mendukung sektor pariwisata daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Sulawesi Tenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan wisata halal di Pulau Bokori, sekaligus menjadi ruang kreativitas bagi kader PKK dalam mengolah pangan sehat dan bergizi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemberdayaan keluarga, penguatan ekonomi lokal, dan pengembangan pariwisata halal dapat terus berkembang, serta membawa dampak positif bagi kemajuan daerah, khususnya di Sulawesi Tenggara. (*)
  • Bagikan