LITERATURSULTRA.COM-Bupati Buton Selatan (Busel), H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., melakukan penanaman 150 bibit pohon flamboyan dalam kegiatan Penguatan Desa Berketahanan Iklim dan Tangguh Bencana di Jalur 2, Desa Lawela, Kecamatan Batauga, Sabtu (10/10/2026).
Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan lingkungan desa sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam dalam menghadapi perubahan iklim dan potensi bencana.
Dalam kegiatan itu, Bupati Adios mengatakan, pohon flamboyan dipilih karena dinilai cocok ditanam pada kondisi tanah di lokasi tersebut. Ia berharap penanaman bibit pohon tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Penanaman 150 bibit pohon flamboyan ini diharapkan bisa tumbuh dengan baik karena cocok dengan kondisi tanah di sini. Saya berharap masyarakat ikut menjaga dan merawatnya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Bupati Adios juga menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat bukan semata-mata karena jabatannya sebagai kepala daerah, melainkan sebagai orang tua yang ingin mendengar dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Bagi saya, nama atau jabatan bupati itu tidak berarti apa-apa. Saya hadir di sini sebagai orang tua kalian. Saya berusaha bagaimana mengedepankan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, kepentingan masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan pembangunan, termasuk dalam menjaga lingkungan dan memperkuat kesiapsiagaan desa menghadapi risiko bencana.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan serta membangun desa yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan potensi bencana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Batauga, Dandim, Asisten I dan Asisten II Setda Busel, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Batauga, Kepala Desa Lawela beserta perangkat desa, serta tokoh masyarakat.(*)







